Tag Archives: pedas

Sukhothai

17 Apr

20130417-161309.jpgSetelah dapet info dari teman-teman openricer, kita jadi penasaran buat mencoba makan di Sukothai. “Nikmati hidangan ala raja”, begitu slogannya. Restauran Thai ini lokasinya ada di lantai 6 media Hotel, yang dulunya hotel Sheraton Media, di jalan gunung sahari. Selain menu ala carte, mereka juga ada all you can eat menu. Wah agak ngaa biasa sih ya, Thai food tapi all you can eat. Penyajiannya bukan dengan buffet, tapi ada pilihan menu yang terdiri dari appetizer, main course, dan side dish. Ada juga dessertnya, dan tentu juga all you can eat. Dengan paket harga yang cukup lumayan, cuma IDR 195ribu nett, kita sudah bisa menikmati semua makanan yang ada di list menu dan bisa mesen berulang-ulang sebanyak yang kita mau. Tapi sayangnya untuk minumnya ngaa bisa refill, dan pilihannya juga ngaa banyak.

Appetizer yang ditawarkan cukup lumayan, dan karena pengen mencoba semua, akhirnya kita pesen semuanya…hohoho. So, untuk pembuka ada Tord Man Goong (Prawn Cake), semacam gorengan atau perkedel udang. Rasanya hampir sama persis dengan yang pernah gue makan di Thailand. Berikutnya adalah Gai Har Baytoy (Chicken Pandan), potongan daging ayam yang dibungkus dengan daun pandan dan dibakar. Lalu ada Pia Takrai (Sate Lilit), daging ikan yang dililitkan di batang serai, jadi bentuknya jadi seperti sate. Dan yang terakhir Yam Mamuang (Manggo Salad). Untuk rasanya mungkin udah pas buat gue, tapi mungkin agak kurang asem dikit. Dan kalau ngaa salah, yang pernah gue makan sebelumnya, manggao atau papaya salad ini dicampur dengan ebi dan kacang tanah yang ditumbuk. Rasa asamnya dari jeruk nipis dan tamarin atau asam jawa, cukup bikin seger.

20130417-161339.jpg20130417-161326.jpg20130417-161358.jpg20130417-161705.jpg

Untuk main coursenya, ada Tom Yam dan Tom Som (sweet and sour soup with crispy deep-fried fish). Tom Yamnya sendiri cukup menyegarkan, karena kuahnya yang asam pedas. Isiannya ada ikan, udang dan cumi, juga jamur. Sedangkan untuk Tom Som, kuahnya lebih asem manis, dengan isi daging ikan yang sudah digoreng. Gue sih lebih suka Tom Somnya karena ngaa terlalu pedes dan seger kuahnya. Lalu ada green curry yang lebih pedes lagi. Untuk dagingnya menggunakan daging ayam. Rasanya sebenenrnya cukup enak, tapi terlalu pedes buat gue. Dan ada Beef with Basil, daging sapi cincang yang dimasak dengan daun basil.20130417-161411.jpg20130417-161425.jpg20130417-161533.jpg20130417-161550.jpgSide dish yang kita pesan adalah Pineapple Fried Rice, nasi goreng nenas. Disajikan di buah nenas yang dibuat seperti mangkuk, memang nasi goreng nenas ini masakan khan dari Thailand. Rasanya cukup pas. Selain itu ada nasi putih dan nasi goreng ikan asin, tapi karena ngaa pengen cepet kenyang, jadi kita skip. Ada juga beberapa sayur-sayuran seperti brokoli.

20130417-161516.jpg20130417-161616.jpg20130417-161639.jpgRata-rata untuk makanannya cukup memuaskan, mungkin sudah sedikit dibuat supaya lebih cocok dengan lidah orang Indonesia. Tapi masih ada rasa dan khas bumbu Thailand. Nice.. dan ada menu yang akhirnya kita pesen beberapa kali karena emang enak.

Last but not least, dessert time. Kita juga pesen semua dessertnya. Sayangnya dessertnya ngaa ada mango Sticky Rice, tapi untungnya ada Singkong santen khas Thailand. Ice cream coconutnya juga ngaa ada, tapi diganti dengan vanilla. Untuk dessert ok lah.

20130417-161655.jpg

So, menurut gue sih cukup recommended ya, buat rame-rame. Karena bakalan bisa order terus-terusan…sampe perut mo meledak rasanya. Jadi kalo yang ngidam makanan Thai…boleh coba mampir di Sukothai ini.

20130417-161443.jpg20130417-161455.jpg

Sukhothai Thai Restaurant
The Media Hotel & Towers 6th floor
Jl. Gunung Sahari 3
Jakarta 10720
Phone: (021) 6263001 ext. 4605

Opening Hour:
Lunch ~ Monday-Friday 12:00-14:30
Dinner ~ Monday-Sunday 18:00-22:30

Steakology

4 Apr

Steakology…seperti mendengar nama pelajaran atau ilmu tentang steak. Tapi memang itu salah satu alasan kenapa dipilih nama Steakology. Berawal dari ngumpul-ngumpul teman, yang akhirnya berakhir dengan bikin tempat nongkrong dan dipilihlah steak house. Steakology ini dimiliki oleh beberapa orang yang salah satu ownernya adalah penyiar Metro TV Prabu Revolusi, Tantri Kotak Band, dan beberapa orang lainnya.

Lokasinya yang berada diantara ruko-ruko di daerah tebet agak susah dicari, atau memang mungkin gue yang kurang familiar dengan daerah sana. Tapi akhirnya ketemu juga tempatnya. Ngaa terlalu besar, dan agak gelap di lantai bawah. Tapi mereka punya lantai dua yang lebih lapang, dan lengkap dengan ruang VIP yang bisa dipakai buat acara gathering ataupun meeting walaupun ngaa bisa menampung terlalu banyak orang. Tapi gue ngaa terlalu suka dengan pilihan warna tembok yang hitam dengan tambahan daun-daunan…IMHO loh._MG_3661_resize

Ok…lets start with the steak. Daging yang digunakan semua adalah daging lokal. Dengan pilihan Tenderloin dan Sirloin untuk daging sapinya, pilihan ukurannya small, medium dan large. Selain Beef, ada juga chicken dan salmon. Side dishnya juga ada beberapa pilihan, french fries, rustic atau mashed potato. Mixed vegetable atau brokoli buat sayurannya. Selain steak, mereka juga ada nasi goreng, chicken wings, dan pasta.

Untuk ukuran daging lokal sih cukup empuk, walaupun agak kurang juicy untuk ukuran medium well. Penyajiannya juga cukup menarik di atas mashed potato. Rasa Mashed potatonya cukup enak dan creamy, tapi sayangnya agak kurang halus. Sayurannya juga rasanya pas banget. Sedangkan yang menggunakan french fries, kayanya digorengnya terlalu oily, jadinya agak lembek. Overall….nice.
_MG_3673_resize _MG_3689_resize _MG_3701_resize

Yang bikin Steakology ini istimewa adalah pilihan sausnya. Seven Wonder of Sauces…Tujuh keajaiban Saus….wow. Dan masing-masing saus punya cerita masing-masing berikut efek dan sensasi yang ditimbulkan setelah merasakannya. So…inilah beberapa sausnya.

  • Bearnaise…Saus Romantis dari Perancis, rasanya creamy dan gurih asam. Dibuat dari mentega cair, kuning telur, cuka dan rempah-rempah.
    Efek : mendadak Melankolis
  • Mushroom…Saus yang dibuat untuk steak dan dibukukan pertama kali tahun 1864. Dibuat dari jamur, butter, cream pepper dan rempah-rempah
    Efek : menenangkan
  • Barbeque…Menurut ceritanya saus ini ditemukan oleh Columbus. Saus pedas manis dibuat dari pasta tomat, vinegar, liquid smoke, lada dan gula
    Efek : Freedom Sensation!
  • Rattlesnake…Saus ini dibuat dari racikan Jalapeno, mustard, tobasco dan rempah-rempah. Namanya emang unik karena diambil dari jenis ular berderik.
    Efek : Dropdead Gorgeous
  • Teriyaki…Saus jepang yang dibuat dari kecap asin, cuka jepang dan gula denganperbandingan 1:1. Teriyaki sendiri adalah tehnik memasak dari jepang dengan dipanaskan atau dipanggang.
    Efek : membuat kamu bersinar
  • Pesto…Saus Italia ini adalah saus khas dari Genoa yang sudah dikenal sejak jaman romawi kuno. Pesto adalah racikan dari daun basil, minyak zaitun, keju parmesan dan kacang pistachio.
    Efek : menjadi pribadi yang unik
  • Blackpepper…Saus dengan bahan dasar lada hitam dan dikenal sebagai salah satu bahan masakan pada tahun 1840 oleh bangsa eropa yang awalnya sebagai tanaman obat dan keantikan
    Efek : Keep Spirit On

Seru yah cerita tentang sausnya. Buat gue sendiri sih paling suka ama Bearnaise, yang emang ternyata favorit dan best seller. Setelah itu baru mushroomnya yang creamy. Buat yang suka pedes bisa coba Rattlesnake, karena memang bener-bener pedes, bahkan lebih pedes dari Blackpepper. Teriyaki sendiri lebih cenderung manis, begitu juga Barbequenya. Saus Pestonya sendiri juga enak. Memang ngaa salah kalo disebut Seven Wonder of Sauces…karena memang sepertinya ini salah satu keistimewaan dari Steakology. Dan menurut mas Prabu, kemungkinan bulan April akan launching 30 macam jenis saus baru…. wah, pengen cobain semuanya deh.

_MG_3702_resize _MG_3721_resize

Kita dapet keistimewaan buat mencoba dessert dari Steakology yang kebetulan belon dilaunching di menunya. Pilihannya ada Crepes dengan topping coklat, strawberry dan caramel. Pancakenya juga sama, ada pilihan coklat, strawberry dan caramel. Tapi menurut gue sih juaranya adalah Banana caramel, pisang yang dipanggang dan disiram dengan caramel…yummm… pisangnya yang lembut dan rasanya ngaa terlalu manis, dipadukan dengan gula yang manis dan mengkaramel lalu ditambah saus caramel. Saus karamelnya lumayan enak, mengingatkan ama permen alpen liebe…:)

_MG_3722_resize_MG_3729_resize _MG_3723_resize

So, thanks buat Steakology dan Openrice.com yang mengundang kita buat mencoba Steak yang enak ini. Menurut gue, Steakology ini sangat recomended buat yang kebetulan sering maen ke daerah Tebet, atau para pecinta steak yang pengen mencoba keajaiban dari saus-sausnya yang sangat istimewa itu. Dan direncanakan Steakology akan membuka bebrapa cabang lagi di Jakarta dan Bandung…Selamat mencoba

Steakology
Jl. Tebet Raya No. 38, Tebet, Jakarta Selatan
Phone : (021) 853786620

Recommended Dish(es): tenderloin steak
Spending: Approximately IDR 100000(Dinner)

Ayam penyet Bu Kris

1 Apr

Setelah acara olah raga di daerah kemang, akhirnya diputuskan buat makan yang sedikit bergizi. Dan dipilihlah rumah makan Bu Kris ini yang pusatnya ada di Surabaya dan beberapa cabang-cabang pertamanya juga ada di Surabaya dan sekitarnya. Ntah yang di Fatmawati ini adalah cabang yang keberapa, tapi di Jakarta sendiri sudah ada beberapa cabang. Salah satunya yang beberapa kali gue pernah pergi adalah yang di Pluit. Tempatnya ngaa terlalu gede, tapi ada 2 lantai. Dan karena kita dateng pas sudah lewat jam makan siang, so ngaa gitu rame. Tapi rasanya kalo jam makan siang pasti bakalan rame banget tempat ini.image(56) Continue reading

MR. PARK, korean casual dining

13 Mar

Selain makanan Jepang dan Chinese, salah satu yang gue suka itu makanan Korea. Dan sepertinya sejak mewabahnya drama korea dan K-POP, makanan korea jadi semakin banyak di Jakarta ini. Ngaa tau ada hubungannya atau ngaa…hahaha. Tapi biasanya makanan korea itu paling banyak ada di daerah-daerah tertentu, yah pasti yang paling banyak expart koreanya. Biasanya kalo di Jakarta Selatan di daerah Blok M, Melawai, Fatmawati, Senopati dan sekitarnya yang paling banyak. Selain itu di daerah Kelapa Gading dan mungkin di mal-mal besar. Rata-rata restaurant korea di sini pasti modelnya yang bakar-bakar sendiri. Jadi kita order daging-dagingan yang nanti kita bakar-bakar sendiri di panggangan.

Gue demen banget sama acara di TLC yang judulnya Kimchi Chronicles. Setiap habis nonton acara itu, biasanya langsung ngiler karena yang dibahas makana korea sampe yang jajanan pinggir jalannya. Nah, karena agak susah nyari restaurant korea, apalagi yang jual makanan yang lebih simple, jadi suka bingung. Tapi ternyata di Food Louver Grand Indonesia, ada MR. PARK. Stall Korean food ini menyediakan makanan korea yang sudah disimplekan jadi lebih ke casual dining. Bisa dibilang fast foodnyalah kira-kira.

Menu yang paling banyak dipesen sebenernya  adalah family package. Satu piring raksasa yang isinya nasi dan beberapa macem side dish yang bisa dimakan buat 3-4 orang. Ada beberapa pilihan family package, ada yang dengan nasi putih atau nasi goreng, selain pilihan daging ayam atau beef, ada juga capcae dan sayuran. Sayangnya kemaren karena yang lain udah mesen makanan lain, jadi gue ngaa pesen Family Package.

Bulgogi Bimbimbab [IDR33.6], nasi putih ditambah sayur-sayuran seperti wortel, kol, jamur dan ditambah beef bulgogi. lalu disiram saus sambel ala korea, yang warnanya merah-merah agak pedes sih. Dan bisa juga ditamabah telur yang bisa pilih mateng atau setengah mateng. Tempat penyajiannya semacam hot plate…mungkin lebih tepatnya hot bowl, jadi makannya harus terus diaduk sampai campur rata sebelum nasinya kering jadi kerak nempel di mangkuknya. Set Bulgogi Bimbimbab ini sudah termasuk sup dan kimchi. image(4) image(2)

Selain itu, ada semacam bento box yang isinya cukup lengkap. nasi sayur dan side dish berikut ayang atau beef bulgogi. Selain sup, juga ada kimchi. Ditambah coleslaw dengan bumbu mayonnaise. Cukup kenyang kalo buat sendirian. Tapi kalo misalnya rame-rame makannya, lebih enak kalo pesen sekalian yang Family Package, lebih seru aja makannya… hehehe…

image(3)

So kalo mau cari casual korean food, bisa coba makan di MR.PARK ini. Gue ngaa ngerti sih gimana korean food model MR.PARK ini asli di sananya. Moga-moga someday bisa ke Korea buat makaaaaan tentunya. Pray for me yah…

MR.PARK, Korean Casual dining

Grand Indonesia, West Mall Lt. 3, Jl. MH. Thamrin No. 1, Jakarta, 10310

Opening Hours:
Mon – Sun 10:00 – 22:00

Ayam Penyet Bu Kris

8 Feb

Seperti restoran-restoran ayam penyet lainnya, sebenernya yang jadi sepcialisasinya adalah tingkat kepedesan sambelnya. Untuk makanan seperti ayam, gurame, ato apapun yang dipenyet-penyet itu rasanya sangat standard. Malah kadang lebih enakan pecel ayam atau pecel lele pinggir jalan. Tapi yah mungkin beda sih, makan di restoran kan lebih adem dibanding ama pinggir jalan.

Awal buka, Bu Kris ini cukup terkenal di Surabaya. Dan karena heboh, akhirnya ikutan buka juga di Jakarta. Gak tau ada di mana aja cabangnya, tapi sepertinya yang pertama ada di Pluit. Buzz yang luar biasa bikin Bu Kris jadi lumayan heboh, karena sambelnya yang pedes. ini tentu berlaku buat yang demen pedes yah. Kalo yang ngaa demen pedes, ya sama aja.

Gak banyak yang bisa direview dari Bu Kris, karena nilainya average aja. Karena emang gue ngaa terlalu doyan pedes, jadi gue ngaa bisa merasakan sedasyat apa sambel penyetnya ini.

20130208-084948.jpg

20130208-085005.jpg

20130208-084957.jpg

20130208-085012.jpg