Archive | February, 2013

Manado, when pork meet dog

18 Feb

Hari minggu kemaren ini setelah dari greja, rencana maen-maen ke ambasador mall. Karena lapar yang sudah memuncak, ngaa sabar lagi buat menyerbu food court. Dan ngaa tau juga kenapa, di food court Mall Ambasador ini banyak banget yang jualan masakan manado. Apa mungkin banyak banget orang menado yang maen kesana…ntahlah. Walaupun masakan Menado bukan salah satu favorit gue, tapi cukup excited juga mau makan masakan menado ini.

Dari dispaynya cukup bikin ngiler… And as you know, Orang Menado itu makan babi. So rata-rata masakannya pake daging babi. Ada masak rica, woku, dan kecap…ntah apa namanya. Selain daging babi itu, ada daging laen selain ikan tentunya. Rata-rata masakannya pedes, untuk masih ada yang kecap. Sambelnya yang terkenal namanya dabu-dabu. Sepertinya enak, tapi karena gue ngaa suka pedes, jadi skip deh.

Karena iseng, gue nanya ama yang jual… ini daging apa, itu daging apa. Dan ternyata emang ngaa ada daging sapi, semua babai. Malahan ayam aja ngaa ada sepertinya. Trus ada daging yang agak aneh, dan ternyata si mas bilang itu daging er-we…. wah saya taunya er-te….retweet… Dan ternyata RW itu sebutan buat daging anyiiing…yes anying…(baca : dog atau anjing). Langsung gue kebayang wajah imut anjing-anjing itu.

Belon selesai kagetnya, ada pula daging paniki. Paniki itu kelelawar. Wot, dimakan juga? Mungkin saran gue, Batman jangan mampir jalan-jalan ke Menado kalo ngaa kepengen tiba-tiba dimakan ama orang Menado.

Untuk yang doyan pedes, kalian menemukan surga…. So far sih enak, dan serunya di sekitar food court itu banyak yang jualan jajanan khas Menado, kaya Panada, yang mirip pastel tapi padet dan isi ikan tuna. Atau kue-kue dan ada es pisang ijo. Seru sih…. Mungkin agak susah menemukan masakan Menado di daerah lain, ngaa seperti rumah makan padang yang berjibun dan dimana-mana. Jadi nilai gue 8/10

20130218-133143.jpg

20130218-133341.jpg

20130218-133642.jpg

Downtown Bistro

15 Feb

Berhubung ngaa bisa merayakan Valentine bareng pacar 😦 akhirnya bergabunglah gue ama jomblower buat dinner ala-ala. Dipilihlah Downtown Bistro ini karena tempatnya yang ngaa gitu rame, dan remang-remang romantis gitu deh. Cocok buat yang mau dinner berdua-duaan, dan kita bertujuh aja…oi mana romantis-romantisnya. Yah cuma ngumpul-ngumpul temans aja seseruan daripada manyun.

Dan ternyata karena Valentine, mereka ada Valentine set menu. Paketnya Idr 175ribu per person, Mmm okelah untuk special occasion. Start with appetizer, Classic Prawn Coctail. Dari tampilan cukup lucu, tastenya cukup seger, tapi agak terlalu asem dan udangnya asin. Main menu, Grilled Tenderloin with sautéed mushrooms, creamy mashed and au jus. Nice and juicy tenderloin, perfect medium well. Mashed potato dan saus mushroomnya juga fine. Tapi yah namanya fine dining, porsinya imut banget, secara perut ini udah terbiasa dengan porsi besar.

Yang sedikit mengecewakan adalah dessertnya. Duo creme brûlée with pineapple and mint compote. Sepertinya creme bruleenya belum mateng. Karena setau gue harusnya lebih agak kental semacam puding, tapi ini bener-bener encer. Dan lapisan atas gula yang ditorch harusnya agak-agak gosong caramelized gitu, tapi sepertinya kurang lama. Untuk rasa sebenernya lumayan, tapi ya itu, sepertinya kurang perfect for dessert.

Untuk makanan yang lainnya ngaa sempet coba, kata temen gue sih yang enak George steak ama Sticky tofu pudding. Next time deh cobain lagi. Tempatnya cukup comfy buat dinner-dinner karena suasananya cozy. Interiornya dibuat semacam library di film-film kaya harry potter. Mungkin kalau siang juga enak buat lunchie-lunchie.

Jadi nilainya 7/10, karena dessertnya fail

20130215-105827.jpg

20130215-105853.jpg

20130215-105904.jpg

20130215-105915.jpg

Chopstix

15 Feb

Bingung juga milih makanan buat dinner di mall. Walaupun pilihannya cukup banyak, tapi ngaa banyak yang bener-bener special. Seperti salah satunya Chopstix ini. Sepertinya specialisasinya adalah kway tiauw dan noodle. Pilihan kway tiauw yang beragam sih cukup menggiurkan kalau dilihat dari gambarnya. Teori asli tak seindah gambar hampir selalu benar.

Karena mungkin tergolong restaurant agak cepat saji, jadi ngaa perlu nunggu lama buat makanan keluar. Tapi rasanya juga standard, karena mungkin masaknya cepet-cepet. Gue pesen kway tiauw Singapore, yang menurut gue rasanya not bad. Dan emang sepertinya masakan kway tiauwnya lumayan. Selain itu dia ada menu appetizer snack lumpia dan teman-temannya yang terlihat enak. Ada juga menu nasi yang sepertinya cuma basa-basi. Karena porsi nasinya kecil banget, dan lauk atau sayurnya yang ngaa kalah kecil. Mungkin harus makan 2-3 porsi baru bisa kenyang.

Overall sih not bad. Saran gue sih mending pesen yang kway tiauw atau mie dibanding pesen menu nasinya kalo mau kenyang. Nilainya…7/10.

20130215-095021.jpg

20130215-095037.jpg

20130215-095047.jpg

20130215-095100.jpg

Bakmie Special Telor yang special

9 Feb

Sekarang giliran tempat makan yang murah meriah. Sebenernya ngaa murah-murah banget juga sih, tapi masih okelah kalo dilihat dari toppingnya. Karena bingung mo makan apa di daerah duta mas situ, akhirnya pilihan jatuh pada Bakmi Telor Asli. Itu nama yang ada di spanduk depan. Disebut juga cabang dari mana gitu, gue ngaa perhatiin.

Pilihan menunya sih cuma ada 3 macem bakmi. Mie ayam, mie special, and mie hokkian. Selain itu ada pangsit kuah, swekiauw, dan bakso-baksoan. So gue pilih mie special, karena kayanya di gambar cukup menarik. Semoga ngaa salah, semacam teori “ngaa seindah gambarnya”…karena untungnya gambarnya juga ngaa bagus-bagus amat.

So pas mienya dateng, walaupun gak terlalu mirip, tapi toppingnya cukup bikin ngiler. Selain bakso ikan dan bakso udang, ada semacam daging cincang dan yang paling menggiurkan adalah dua potong daging coklat yang gue duga adalah babi kecap. So sepertinya ngaa perlu dijelaskan bahwa bakmie ini non halal. Tiba-tiba mata gue menemukan setoples “heaven”…tau ngaa yang gue maksud?….yes ampas minyak babi kering…oops did i say babi?

Yap, memang ngaa bohong kalo dia bilang special. Karena kenyataan dari rasanya memang cukup special apalagi ditambah remah-remahan ampas minyak babi. Walaupun tempatnya agak kurang nyaman, tapi worth for the taste. Lokasinya di ruko-ruko duta mas deket nasi campur Ahua, agak susah sih kalo yang belum terbiasa dan ngaa tau daerah jelambar….so selamat ngiler.

20130209-232935.jpg

Ayam Penyet Bu Kris

8 Feb

Seperti restoran-restoran ayam penyet lainnya, sebenernya yang jadi sepcialisasinya adalah tingkat kepedesan sambelnya. Untuk makanan seperti ayam, gurame, ato apapun yang dipenyet-penyet itu rasanya sangat standard. Malah kadang lebih enakan pecel ayam atau pecel lele pinggir jalan. Tapi yah mungkin beda sih, makan di restoran kan lebih adem dibanding ama pinggir jalan.

Awal buka, Bu Kris ini cukup terkenal di Surabaya. Dan karena heboh, akhirnya ikutan buka juga di Jakarta. Gak tau ada di mana aja cabangnya, tapi sepertinya yang pertama ada di Pluit. Buzz yang luar biasa bikin Bu Kris jadi lumayan heboh, karena sambelnya yang pedes. ini tentu berlaku buat yang demen pedes yah. Kalo yang ngaa demen pedes, ya sama aja.

Gak banyak yang bisa direview dari Bu Kris, karena nilainya average aja. Karena emang gue ngaa terlalu doyan pedes, jadi gue ngaa bisa merasakan sedasyat apa sambel penyetnya ini.

20130208-084948.jpg

20130208-085005.jpg

20130208-084957.jpg

20130208-085012.jpg

QQ kopitiam

3 Feb

A kopitiam or kopi tiam is a traditional coffee shop found in Southeast Asia, patronised for meals and beverages. The word kopi is Malay for coffee (as borrowed and altered from the Portuguese) and tiam is the Hokkien dialect word for shop (店). Menus typically feature simple offerings: a variety of foods based on egg, toast, and kaya, plus coffee, tea, and Milo, a malted chocolate drink which is extremely popular in Southeast Asia, particularly Singapore, Malaysia and Riau Islands.

So menurut Wikipedia, kopitiam adalah warung kopi tradisional yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Namanya sendiri diambil dari kopi bahasa melayu, dan tiam dari dialek Hokkien yang artinya toko atau warung. Dan biasanya mereka jual roti bakar, atau lebih tepatnya ditoast dengan selai srikaya/kaya, telur yang biasanya setengah mateng, dan tentunya kopi, teh dan milo.

Dan seperti bubble tea, ternyata orang kita cukup latah dengan sesuatu yang kira-kira booming dan orang suka, langsung pada meniru. Dan tiba-tiba bermunculanlah kopitiam-kopitiam. Kalau aslinya kopitiam ini adanya di pinggir jalan, tapi anehnya di Jakarta ini malah banyak kopitiam yang di dalem mall. Dan anehnya pula, gue pernah denger kalo ada yang mau mematenkan nama kopitiam ini…mmm

So, QQ kopitiam ini ada di Plaza Indonesia. Sepertinya dulu awalnya ngaa terlalu besar tempatnya, tapi kemudian pindah dan tempatnya jadi jauh lebih besar dan bisa menampung lebih banyak orang. Tempatnya yang cukup cozy jadi bikin tempat ini enak buat nongkrong. Ya, seperti tujuan awal kopitiam adalah tempat nongkrong sambil minum-minum kopi. Biasanya orang lebih sering nongkrong di kopitiam pagi buat sarapan. Mereka pesen kopi atau teh ditemani kaya toast dan sepasang telur setengah mateng, cukup mengganjal perut di pagi hari.

Selain menjual menu wajib set kaya toast, QQ ini juga menyediakan makanan simple dan cemilan-cemilan yang lebih Indonesia. Ada tempe dan tahu, juga pisang goreng dan chicken wings. Makanannya ringan dengan porsi yang ngaa terlalu besar memangsengaja buatngemil-ngemil sepertinya. Ada juga nasi perang yang murah meriah, cuma 9 ribu. Untuk rasa cukup oke, walaupun ngaa terlalu istimewa banget.

Untuk harga cukup murah untuk kelas di mal, Plaza Indonesia pula. Untuk cemilan berkisar dari 15 – 28 ribuan, sedangkan buat makanan ringan dari 9 – 25 ribuan. Main mealnya juga cukup murah, dari 25 – 32 ribuan. Dan untu set menunya sendiri harganya 38 ribu, yang isinya teh atau kopi, kaya toast dan sepasang telur setengah mateng. Minuman dari 6 ribu buat teh, masih masuk akal secara di mall, sampe 25 ribuan. Ada juga juice buah dari 25 ribu sampe 30 ribuan buat mix fruits. So, sama sekali masih OK buat kantong ditambah kenyaman buat nongkrong.

Untuk makanan dan cemilannya gue belum pernah cobain semua. Tapi sepertinya tidak mengecewakan dari segi rasa. Untuk set menunya sepertinya gue masih lebih suka Yakun kaya toast. Jangan sampe ngaa mencoba jus kedondongnya. Dijamin seger bikin melek, karena ada tambahan buah kiamboi yang asem-asem seger.

QQ kopitiam cocok buat tempat nongrong sambil ngemil-ngemil dan minum-minum lucu. Jadi menurut gue bisa dikasih nila 8/10

20130203-014653.jpg

20130203-014721.jpg

20130203-014710.jpg

20130203-014702.jpg

Addictea, addicted?

3 Feb

Dulu sempet booming yang namanya bubble tea, ntah gimana ceritanya, di mana-mana banyak banget yangmjual bubble tea. Dari yang di mall sampai yang pinggir jalan. Dan saking banyak macemnya, sampe jadi bingung karena perasaan sama semua. Lalu seiring berjalannya waktu, minuman ini mulai hilang pelan-pelan dari peredaran. Dan mungkin hanya tersisa beberapa yang masih bertahan di mall. Dan selain bubble mereka juga punya beberapa pilihan toping semacam jelly, puding sampai cincau kalau gak salah. Mungkin seinget gue masih ada Quickly dan Hophop yang masih bertahan, dan mereka bilang sih franchise dari luar. Setelah itu sepertinya Bubble tea seperti mati suri.

Dan entah gara-gara apa, tiba-tiba dunia ini diserbu lagi dengan yang namanya bubble tea drink ini. Dan sepertinya rata-rata semua juga franchise dari luar, asli taiwan katanya. So, apa istimewanya bubble tea yang sekarang? Selain pilihan toping yang masih mirip, sekarang kita bisa menentukan sendiri pilihan atau takaran kemanisan yang diukur ama less, medium or normal sugar. Malah beberapa ada yang pakai itungan berapa persen kemanisan…ah seandainya aku bisa diukur, pasti kemanisanku 100% deh. Selain tingkat kemanisan, banyaknya es batunya juga bisa kita atur sendiri, kalo jaman dulu sepertinya mbak yang jual suka kasih es ngaa kira-kira, jadi pas esnya mencair, rasa tehnya udah ngaa karu-karuan.

Sebenernya mereka juga ngaa cuma menjual tea aja. Sebenernya sih emang lebih cocok kalo sebutnya bubble drink. Tapi yah karena rata-rata mereka jual tea, atau milk tea sebagai andalan, jadi orang udah terbiasa menyebut bubble tea.

Nah kali ini gue pengen cerita tentang Addictea, salah satu bubble tea yang cukup lumayan. Seperti bubble drink yang lainnya, ada beberapa pilihan dari teh, coffee, sampai yang sama sekali ngaa mengandung teh atau coffee. Ada coklat, mocca, dan beberapa macam buah-buahan. Untuk rasa teh dan coffeenya sih sepertinya biasa aja seperti bubble tea yang lain. Kalo buat yang lainnya, gue belon sempet cobain.

Yang cukup seru adalah toppingnya, gue lupa namnya…mmm boba apa gitu. Dengan 3 macam pilihan rasa, mango, strawberry, dan yogurt, bubblenya ini semacam bisa meletus, pecah di dalam mulut…seru. Jadi kaya sensasinya beda menikmati bubble drink ini…lebay. Coba combine black tea trus pake bubble boba ini yang rasa mango, rasanya jadi kaya minum mango tea tapi pake sensasi pecah di mulut….yum.

So, rating gue buat bubble drink ini 8/10.

20130203-003410.jpg