Kopitiam

7 Nov

Mendengar nama Kopitiam mungkin sudah ngaa asing lagi di telinga kita. Kopitiam atau kopi tiam adalah kedai kopi dan sarapan tradisional di Malaysia dan Singapura. Di Indonesia, kopitiam terutama ada di kota Batam dan Medan. Istilah kopitiam berasal dari gabungan kata kopi (bahasa Melayu) dan kata tiam (店) yang berarti kedai dalam bahasa Hokkien. Selain kopi, teh, atau Milo, makanan yang disediakan adalah beraneka ragam sajian sederhana, seperti telur rebus, roti bakar dengan selai srikaya  (wikipedia.org)

Sejak beberapa waktu yang lalu, di Indonesia sendiri mulai banyak tempat makan yang berkonsep seperti Kopitiam, dan salah satunya adalah Kopitiam ini yang sudah mempunyai beberapa branch di sejumlah mall di Jakarta. Salah satu menu wajib di kopitiam adalah menu sarapan traditional ala Singapura, yaitu kopi atau teh dengan kaya toast dan telur setengah matang. Dan untuk rotinya sendiri biasanya ada beberapa macam, selain kaya toast yang berisi selai srikaya, ada juga butter toast.

20131107-115903.jpgSalah satu menu baru yang ditawarkan oleh Kopitiam ini adalah Elvis Toast [IDR 24.000]. Roti panggang dengan isian peanut butter dan pisang. Namanya sendiri diinspirasi dari Elvis Presley yang selalu memesan roti dengan isi pisang dan peanut butter.

20131107-115927.jpg

Salted Fish Fried Rice [IDR 30.000], nasi goreng ikan asin. Pemilihan ikan jambal sebagai salah satu bahan utama sangat cocok untuk nasi goreng yang cukup simple. Tapi untuk rasa cukup lumayan.

20131107-120024.jpg

Nasi Lemak Chicken [IDR 38.000], salah satu menu makanan traditional Singapura yang wajib dicoba. Nasi gurih yang dimasak menggunakan santan dan bumbu lainnya ditambah dengan telur dadar, kacang dan ikan teri yang biasa di Singapura mereka menyebut dengan ikan bilis and katjang. Pendamping lainnya adalah sepotong ayam goreng. Jangan lupa dengan sambel terasi atau biasa disebut sambel belacan. Di Singapur sendiri, biasa nasi lemak selain dengan ayam (biasa chiken wings), pilihan pendampingnya ada beberapa macam, antara lain sosis, fish cake, ham, dan otah-otah.

20131107-120101.jpg

Curry Fried Rice [IDR 35.000]. Untuk bumbu karinya cukup berasa, dan cukup spicy. Tapi masih oke untuk yang kurang suka pedas, bumbunya tidak terlalu pedas. Dengan telur mata sapi setengah matang, enak dimakan selagi masih panas.

20131107-120200.jpg

Spicy Chicken Balado [IDR 38.000] Buat yang suka pedas, mungkin bisa dicoba Ayam Baladonya. Disajikan sangat sederhana, hanya dengan nasi putih.

20131107-120126.jpg

Singapore Laksa [IDR 34.000]. Salah satu menu terfavorit di Kopitiam dan karena Singapore Laksa adalah makanan yang sangat traditional dan autentic, maka menu ini wajib ada di Kopitiam. Kuah santannya sangat lembut dan tidak terlalu kental, jadi tidak terlalu bikin eneg. Saya rasa, saya sanggup menghabiskan kuahnya sampai tetes terakhir. Seperti traditional Singapore laksa, ada tahu goreng dan udang. Untuk Singapore Laksa yang asli, biasanya mereka menambahkan clam atau kerang dara.

20131107-120250.jpg

Mee Siam [IDR 38.000], rasanya cukup unik karena ada sedikit rasa asam dan manis. Kalau di bandingkan dengan Mee Siam yang pernah saya coba di Singapore, rasanya sangat mirip. Dengan bumbu yang cukup kuat dan sedikit spicy. This is good.

20131107-120315.jpg

Thai Beef Basil [IDR 39.000], Salah satu menu baru dari Kopitiam. Daging sapi cincang yang dimasak dengan soy sauce dan daun basil, dan sedikit cabai. Cukup pedas untuk yang kurang suka makanan pedas, mungkin menu ini agak kurang cocok.

20131107-120348.jpg

Mamak Mee Goreng [IDR 39.000], Salah satu menu yang juga favorit di Kopitiam. Mee Goreng tradisional yang di masak denga soy sauce, fish cake, ayam dan tomat, rasanya cukup oke. Termasuk juga tekstur mienya yang cukup kenyal.

20131107-120441.jpg

Carrot Cake [IDR 38.000], salah satu menu yang harus dicoba. Salah satu makanan khas Singapura dan Malaysia. Bukan terbuat dari wortel seperti namanya, tapi terbuat dari lobak. Dimasak dengan bumbu dan kecap manis, ditambah dengan telur, sepertinya wajib untuk dicoba. Di Singapore sendiri ada dua macam carrot cake, black and white. Yang hitam biasanya ditambahkan kecap manis yang lebih banyak, sedangkan yang white menggunakan sedikit kecap manis.

20131107-120506.jpg

20131107-120549.jpg

Pophiah, salah satu cemilan yang berisi sayuran dan telur yang ditumis, lalu dibungkus dengan semacam kulit lumpia.

20131107-120612.jpg

Curry Prata. Daging ayam yang sangat empuk dimasak dengan bumbu kari dan santan. Cukup mengejutkan rasanya sangat mirip dengan Roti prata dan Singapore curry.

20131107-120651.jpg

Last but not least, jangan lupa mencoba Milo Dino. Dari namanya yang cukup menggoda, ice milo yang ditaburi dengan bubuk milo di atasnya. Trust me…it’s damn good.

Overall, makanan di Kopitiam cukup memuaskan dan patut untuk dicoba. Terutama untuk menu favorit dan chef recommendation. Sayangnya karena rata-rata Kopitiam buka di mall, kita tidak bisa merasakan suasana sarapan pagi dengan kopi dan toast seperti di Singapura atau Malaysia

KOPITIAM
Central Park Mall LG #L-141 & 142
Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 28
Phone : (021) 2920 0136
Business Hour : 08.00 – 22.00
Website : http://www.kopitiam.co.id

Kitchenete

25 Jul

20130725-120126.jpg

20130725-120157.jpg

20130725-120142.jpg

Mama malaka

25 Jul

20130725-115436.jpg

 

20130725-115909.jpg

20130725-115922.jpg

20130725-115934.jpg

20130725-115946.jpg

20130725-115959.jpg

20130725-120012.jpg

20130725-120024.jpg

Porterhouse

25 Jul

20130725-114558.jpg

20130725-114618.jpg

20130725-114635.jpg

20130725-114656.jpg

20130725-114712.jpg

20130725-114727.jpg

20130725-114807.jpg

20130725-114833.jpg

BBQ ala Gang Nam Style

10 Jun

image(7)Gang Nam Style Korean BBQ and Grill ini ada di Lippo Mall Kemang Village. Restaurant Korea yang cukup cozy desainnya ini ada di lantai UG. Nama Gang Nam Style mungkin cukup familiar di telinga kita sejak lagu yang dinyanyikan oleh PSY jadi heboh di seluruh dunia. Padahal sebenarnya Gang Nam itu adalah nama daerah elite di Korea Selatan.image(2)

Diawali dengan banchan makanan pembuka atau appetizer khas makanan korea yang beraneka ragam. Mungkin ada sekitar 10 macam makanan pembuka yang memang biasa selalu dihidangkan sebelum kita menyantap main dishnya. Ada telur tim, kentang atau ubi, sayur, salad ala korea, ikan asin yang diberi bumbu pedas manis, dan yang tidak boleh ketinggalan adalah kimchi. Setiap hari banchan ini berganti-ganti menunya, kecuali kimchi dan salad yang harus selalu ada dan tidak boleh ketinggalan.image(14)image(8)image(9)

Untuk menu BBQnya, ada beberapa pilihan daging sapi yang bisa dipilih. Dagingnya empuk dan rasa bumbunya sangat meresap karena direndam lama dalam bumbu yang kebanyakan didatangkan langsung dari Korea. Setelah dipanggang langsung di depan kita, ada cara makan daging BBQ ala korea yang cukup unik. Selain bisa dimakan langsung, biasanya orang korea memakan daging dengan dibungkus daun selada atau daun mint, ditambah dengan bawang putih dan saus sambal bumbu khas korea. Dan biasanya setelah dibungkus dengan daun dan bumbu-bumbunya, harus dimakan sekali suap. [IDR 120-200]image(1)

Selain itu ada Dol Sot Bi Bim Bab [IDR 65], Nasi panggang dengan daging sapi dan sayuran, dicampur dengan saus spicy khas korea dan ditambah telor. Disajikan dengan mangkok dari batu yang dipanasin sebelumnya. Lalu ada Japcae [IDR80-120], semacam soun atau mie khas dari korea yang dimasak dengan campuran daging sapi dan sayuran.

image(6)

Untuk soup ada beberapa macam, salah satunya Sundubu [IDR 65], Soup dengan tahu lembut, sayuran dan seafood. Rasanya cukup segar dan sedikit pedas karena bumbunya langsung didatangkan dari korea. Yang unik adalah penggunaan kuah kaldunya dari tulang sumsum sapi yang fresh dan dimasak selama beberapa hari untuk mendapatkan kaldunya.image(4)

Tidak ketinggalan Bulgogi [IDR 120], Slice beef, potongan daging sapi yang dimasak dengan bumbu kecap manis dari korea dicampur dengan sayuran dan mie korea. Dan Mak Guk Su [IDR 65] Mie special korea dengan campuran sayuran dan saus spicy. Uniknya makanan ini dihidangkan dalam keadaan dingin, dan cara makannya pun cukup unik. Kuah yang disediakan tidak untuk dicampur langsung dengan mienya, tapi dihirup setelah kita makan mie dingin tersebut. Mirip dengan cara makan soba jepang.image3

Over all makanannya cukup memuaskan dari segi rasa. Dan sepertinya sudah sangat disesuaikan denga lidah orang Indonesia, tanpa mengurangi ciri khas masakan korea itu sendiri. Dan konsepnya yang lebih modern dari restaurant Grill Korea yang lainnya sangat cocok buat acara keluarga. So restaurant ini sangat recommend untuk dicoba…

 

Lippo Mall Kemang, UG OD, 08,Jl.

Pangeran Antasari Kav.36, Kemang

(021) 29528365

 

 

Lesehan Mbok Ndoro

6 May

Mungkin yang tinggal di daerah Sudirman Park, cukup familiar ama tempat makan satu ini. Lokasinya ada di seberang apartemen Sudirman Park, di samping seven eleven. Tendanya ngaa gitu gede, dan ngaa ada kursi. Ya, karena konsepnya adalah tempat makan lesehan ala Jogja dan Solo. Jarang banget nemuin tempat makan yang asyik kaya gini, duduk di lantai, berasa kaya pulang ke kampung halaman.

20130506-001858.jpg

Dan yang lebih menggiurkan lagi adalah makanananya yang bener-bener bikin gue feel like home. Kalo ngaa mikirin mesti diet karena kemaren sudah membabi buta makannya, gue mau semuanya… kyaaa. Tapi apadaya harus menahan napsu karena laper mata. Pilihan nasinya ada 3, nasi putih, nasi liwet, dan nasi beras merah…cocok buat yang lagi diet. Nasi liwetnya juga ada menu komplitnya, sama seperti nasi liwet asli dari Solo… d*mn yummmm. Ada areh dan sayur labunya. Selain itu ada juga nasi gudeg, komplit pake krecek…oh my God, rasanya pengen mau semuanya. Dan last but not least ada nasi tumpang. Tumpang sendiri adalah semacam sayur yang biasa isinya tahu, tempe, dan krecek (kulit sapi kering), lalu dimasak dengan santan dan kacang tolo, semacam kedelai kalo ngaa salah. Bisa dimakan dengan sayuran rebus, seperti bayem dan tauge, lalu sayur tumpang ini disirem di atasnya, dan ditaburi kremesan.

20130506-002105.jpg

Karena modelnya lesehan, jadi lauknya juga milih-milih sendiri. Ada puluhan macem lauk yang tersedia, dan semua terpampang nyata kalo kata syahrini. Berjejer semua dari tahu tempe goreng, bacem dan lainnya. Ada sate usus ayam, telor puyuh, udang dan ati ampela. Ayam dan telor rebus dan ceploknyapun komplit. Ikan asinnya juga ada beberapa macem…lengkap deh pokoknya. Oh ya, ada juga aneka perkedel dan jengkol balado yang bikin ngiler. Satu lagi, ada sosis solo…don’t miss it. Sumpah, kaya yang gue bilang, kalo ngaa mikirin ini perut, mungkin gue mau semuanya.

20130506-002208.jpg

20130506-002223.jpg

20130506-002231.jpg

20130506-002246.jpg

20130506-002238.jpg
Dan yang lucu di meja, ada note yang bikin senyum-senyum sendiri. Buat yang hobi foto sebelum makan, bisa langsung foto dan upload ke twiternya @MbokNdoro, dan langsung deh dapet gratis satu bungkus kerupuk… lumayan kan.

20130506-002407.jpg

Kalo misalnya sampe si Mbok Ndoro ini buka di deket tempat gue, niscaya sepertinya gue bakal makan di sana tiap hari. So…trust me, this place is very recommended…

Sukhothai

17 Apr

20130417-161309.jpgSetelah dapet info dari teman-teman openricer, kita jadi penasaran buat mencoba makan di Sukothai. “Nikmati hidangan ala raja”, begitu slogannya. Restauran Thai ini lokasinya ada di lantai 6 media Hotel, yang dulunya hotel Sheraton Media, di jalan gunung sahari. Selain menu ala carte, mereka juga ada all you can eat menu. Wah agak ngaa biasa sih ya, Thai food tapi all you can eat. Penyajiannya bukan dengan buffet, tapi ada pilihan menu yang terdiri dari appetizer, main course, dan side dish. Ada juga dessertnya, dan tentu juga all you can eat. Dengan paket harga yang cukup lumayan, cuma IDR 195ribu nett, kita sudah bisa menikmati semua makanan yang ada di list menu dan bisa mesen berulang-ulang sebanyak yang kita mau. Tapi sayangnya untuk minumnya ngaa bisa refill, dan pilihannya juga ngaa banyak.

Appetizer yang ditawarkan cukup lumayan, dan karena pengen mencoba semua, akhirnya kita pesen semuanya…hohoho. So, untuk pembuka ada Tord Man Goong (Prawn Cake), semacam gorengan atau perkedel udang. Rasanya hampir sama persis dengan yang pernah gue makan di Thailand. Berikutnya adalah Gai Har Baytoy (Chicken Pandan), potongan daging ayam yang dibungkus dengan daun pandan dan dibakar. Lalu ada Pia Takrai (Sate Lilit), daging ikan yang dililitkan di batang serai, jadi bentuknya jadi seperti sate. Dan yang terakhir Yam Mamuang (Manggo Salad). Untuk rasanya mungkin udah pas buat gue, tapi mungkin agak kurang asem dikit. Dan kalau ngaa salah, yang pernah gue makan sebelumnya, manggao atau papaya salad ini dicampur dengan ebi dan kacang tanah yang ditumbuk. Rasa asamnya dari jeruk nipis dan tamarin atau asam jawa, cukup bikin seger.

20130417-161339.jpg20130417-161326.jpg20130417-161358.jpg20130417-161705.jpg

Untuk main coursenya, ada Tom Yam dan Tom Som (sweet and sour soup with crispy deep-fried fish). Tom Yamnya sendiri cukup menyegarkan, karena kuahnya yang asam pedas. Isiannya ada ikan, udang dan cumi, juga jamur. Sedangkan untuk Tom Som, kuahnya lebih asem manis, dengan isi daging ikan yang sudah digoreng. Gue sih lebih suka Tom Somnya karena ngaa terlalu pedes dan seger kuahnya. Lalu ada green curry yang lebih pedes lagi. Untuk dagingnya menggunakan daging ayam. Rasanya sebenenrnya cukup enak, tapi terlalu pedes buat gue. Dan ada Beef with Basil, daging sapi cincang yang dimasak dengan daun basil.20130417-161411.jpg20130417-161425.jpg20130417-161533.jpg20130417-161550.jpgSide dish yang kita pesan adalah Pineapple Fried Rice, nasi goreng nenas. Disajikan di buah nenas yang dibuat seperti mangkuk, memang nasi goreng nenas ini masakan khan dari Thailand. Rasanya cukup pas. Selain itu ada nasi putih dan nasi goreng ikan asin, tapi karena ngaa pengen cepet kenyang, jadi kita skip. Ada juga beberapa sayur-sayuran seperti brokoli.

20130417-161516.jpg20130417-161616.jpg20130417-161639.jpgRata-rata untuk makanannya cukup memuaskan, mungkin sudah sedikit dibuat supaya lebih cocok dengan lidah orang Indonesia. Tapi masih ada rasa dan khas bumbu Thailand. Nice.. dan ada menu yang akhirnya kita pesen beberapa kali karena emang enak.

Last but not least, dessert time. Kita juga pesen semua dessertnya. Sayangnya dessertnya ngaa ada mango Sticky Rice, tapi untungnya ada Singkong santen khas Thailand. Ice cream coconutnya juga ngaa ada, tapi diganti dengan vanilla. Untuk dessert ok lah.

20130417-161655.jpg

So, menurut gue sih cukup recommended ya, buat rame-rame. Karena bakalan bisa order terus-terusan…sampe perut mo meledak rasanya. Jadi kalo yang ngidam makanan Thai…boleh coba mampir di Sukothai ini.

20130417-161443.jpg20130417-161455.jpg

Sukhothai Thai Restaurant
The Media Hotel & Towers 6th floor
Jl. Gunung Sahari 3
Jakarta 10720
Phone: (021) 6263001 ext. 4605

Opening Hour:
Lunch ~ Monday-Friday 12:00-14:30
Dinner ~ Monday-Sunday 18:00-22:30